Archive for the ‘Herbal’ Category
Kurma Sumber Kalori, Jintan Hitam Antibakteri
BILA ingin mengonsumsi bahan yang sudah dalam bentuk ekstrak seperti sari kurma dan habbatussauda alias jintan hitam, dokter spesialis gizi klinik Cindiawaty Pudjiadi menyarankan agar bersikap cermat.
“Teliti lebih lanjut, kandungannya benar atau tidak, apakah sudah terdaftar di Badan POM, dan mengenai manfaatnya untuk kesehatan, tidak ada salahnya kita rajin membaca dulu dari literatur mengenai penelitian yang sudah pernah dilakukan,” tuturnya.
Sebagai bahan utama pembuat sari kurma, Cindiawaty menjelaskan, kandungan gizi satu buah kurma (24 gram) adalah 66,5 kalori. Jadi kurma merupakan sumber kalori yang lumayan besar.
Sebagai pembuka puasa, kurma memberikan kalori yang dibutuhkan tubuh setelah seharian berpuasa. Kurma juga mengandung 1,5 gram protein, 1,6 gram serat, juga vitamin A, B, dan mineral, termasuk kalsium (15,4 mg), magnesium, dan kalium (167 mg).
Orang yang ingin menurunkan berat badan harus berhati-hati dalam mengonsumsi kurma karena kalorinya lumayan tinggi. Bila ingin sekali, batasi konsumsinya 1-2 buah saja sehari sehingga jatah kalori dapat diisi sumber kalori dari makanan lain. Serat yang dikandung kurma juga bermanfaat membantu membuat rasa kenyang lebih lama.
Sementara itu, jintan hitam mengandung asam lemak tidak jenuh seperti omega-6 dan sedikit omega-3 serta antioksidan. Selain itu, jintan hitam mengandung sedikit protein, karbohidrat, vitamin B, dan mineral.
Cindiawaty menerangkan, penelitian mengenai jintan hitam yang pernah dipublikasikan dalam The Saudi Journal of Gastroenterology, Juli 2010, menunjukkan bahwa jintan hitam dapat membantu mengatasi infeksi karena bakteri bernama Helicobacter pylori yang biasanya menyebabkan gangguan pencernaan.
Dalam penelitian tersebut, jintan hitam yang dibuat dalam bentuk bubuk dan dimasukkan ke kapsul dapat menjadi antibakteri, terutama dengan dosis 2×1 gram per hari.
Pada percobaan pada hewan tikus, minyak esensial dari jintan hitam dapat membantu melindungi lambung dari kerusakan akibat alkohol. Namun, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut guna melihat efeknya pada manusia.
Dari beberapa penelitian, jintan hitam juga bermanfaat sebagai antiinfl amasi atau antiperadangan dan antioksidan. “Untuk masalah dosis dan efek sampingnya, masih butuh dilakukan penelitian lebih lanjut,” tutur Cindiawaty.
Sumber: Media Indonesia 5 September 2010
Jahe; Solusi Rematik, Batuk, dan Nyeri Otot
JAHE (zingiber officinale) telah lama dikenal sebagai bahan minuman, bumbu masak, dan obat. Tumbuhan rumpun berbatang semu ini berasal dari Asia, yang tersebar dari India sampai China. Karena itu, kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai yang pertama kali memanfaatkan jahe.
Jahe telah dibudidayakan di negara-negara Australia, Sri Lanka, China, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, dan Pakistan.
Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. India merupakan negara produsen terbesar, yaitu lebih dari 50 persen dari total produksi jahe dunia. Pengertian jahe di Indonesia adalah batang yang tumbuh dalam tanah yang disebut rimpang.
Berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya, jahe dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu jahe putih besar disebut juga jahe badak, jahe putih kecil, dan jahe merah (jahe sunti).
PENGHANGAT BADAN
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula, dan berbagai minuman. Jahe juga digunakan pada industri obat, minyak wangi, dan jamu tradisional.
Bisa juga diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng, dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami.
Dalam perdagangan, jahe dijual dalam bentuk segar, kering, bubuk, dan awetan. Terdapat juga hasil olahan seperti minyak astiri dan koresin, diperoleh dengan cara penyulingan, yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, sosis, dan lain-lain.
Bila kita minum segelas wedang jahe, ronde, bandrek, atau esteemje alias susu-telurmadu- jahe (STMJ), sudah pasti badan akan terasa hangat.
Ini memang khasiat paling populer yang dimiliki jahe. Padahal, masih banyak khasiat jahe lainnya seperti untuk menyembuhkan batuk kering dan radang tenggorokan serta sebagai tonikum.
Selain itu, jahe juga bisa menambah nafsu makan karena merangsang selaput lendir perut besar dan usus. Bagi yang sering menderita mabuk darat atau laut, jahe bermanfaat mencegah penyakit perjalanan itu.
Bahkan ada pakar yang menyatakan, tanaman ini bermanfaat pada kasus iritasi ginjal. Sebagai obat luar, parutan jahe juga bisa dipakai sebagai kompres untuk mengobati rematik dan sakit kepala.
REDAKAN NYERI OTOT
Berdasarkan riset terkini, jahe ternyata berkhasiat meredakan nyeri otot akibat olahraga. Para ilmuwan dari Universitas Georgia mengatakan, rasa hangat jahe memiliki efek meredakan sakit. Tim peneliti yang diketuai Patric O’Connor melakukan dua riset untuk meneliti khasiat jahe selama 11 hari. Jahe yang dipakai adalah jahe mentah dan jahe yang dipanaskan.
Para responden dalam penelitian ini dibagi dalam dua kelompok, yakni yang diberi kapsul yang berisi jahe mentah atau yang dipanaskan dan sisanya mendapat kapsul placebo. Setiap hari mereka harus meminum suplemen tersebut.
Setiap hari para responden diminta melakukan olahraga high impact yang berisiko menderita nyeri otot di lengan. Ternyata, kelompok yang mengonsumsi suplemen jahe nyeri ototnya berkurang hingga 25 persen dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi jahe.
ACAR DAN ASINAN
Rimpang tanaman ini sudah umum dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Penggunaannya dalam dunia pengobatan pun sudah dilakukan sejak lama.
Kini, negara-negara Barat juga melakukan penelitian terhadap tanaman ini untuk digunakan sebagai obat. Di Denmark, tanaman ini diteliti agar mendapatkan senyawa aktif yang bisa digunakan untuk mengatasi rematik, dan berhasil.
Namun, jahe sebenarnya lebih populer sebagai bahan makanan dan minuman. Di Jepang, rebung atau tunasnya dijadikan bahan sayur, acar, atau asinan. Hasil olahan itu sangat populer karena aroma dan cita rasanya yang khas.
Terhadap tubuh, makanan dari rebung jahe membantu menyehatkan badan, memperlancar air seni, dan memperbaiki sistem pencernaan.
Di Indonesia, mungkin baru orang Manado yang memanfaatkan rebung jahe sebagai salah satu pendamping nasi untuk lalapan didampingi sambal pedas. Cara memakannya selalu diikuti dengan meminum saguer (semacam tuak).
Terkadang rebung jahe terlebih dahulu dimasukkan ke dalam saguer, dan supaya awet ke dalamnya diberi sedikit garam. Lalapan ini, konon, akan membuat tenaga kita menjadi berlipat ganda.
Sumber: Radar Surabaya 15 Agustus 2010
Daun Sirih Tuntaskan Bau Mulut
Dari dulu sampai sekarang daun sirih digunakan untuk menguatkan dan membersihkan gigi. Daun sirih juga berguna sebagai obat untuk menghentikan pendarahan pada gusi dan menghilangkan bau mulut.
BULAN Ramadan selalu dinantikan sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. Bulan yang penuh berkah karena di bulan itu ibadah puasa menjadi keutamaan yang dinanti-nantikan untuk dijalaninya.
Kaum muslimin pada bulan ini akan menunaikan ibadah yang berat, namun nikmat. Selama sebulan penuh, secara jasmaniah, antara lain, umat Islam tidak diperkenankan makan dan minum dari terbit hingga terbenamnya matahari. Namun demikian, ibadah puasa tidak boleh dijadikan alasan akan mengurangi dan mempengaruhi penampilan umat Islam, seperti harihari biasanya.
Stamina harus dijaga, rutinitas kerja tidak boleh mengendur dan keyakinan diri bergaul dengan masyarakat normal adanya. Justru pada bulan yang penuh berkah itu, umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak ibadah baik mempertebal iman atau ibadah sosial.
Ibadah yang terakhir tersebut tentu saja menuntut interaksi sosial yang lebih luas. Namun berbagai alasan kita dengar, seperti merasa napas kurang sedap sebagai akibat tidak makan dan tidak minum saat puasa. Sebenarnya hal itu tidak boleh terjadi karena di mata Allah bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada bau mulut orang tidak berpuasa.
Pencegahan Saat berpuasa, terkadang tanpa disadari mulut seseorang mengeluarkan bau yang kurang sedap. Hal inilah yang membuat sebagian orang yang berpuasa menjadi tidak percaya diri sehingga membatasi pergaulan sosial mereka. Oleh karena itu, untuk menghindari bau yang tak sedap itu, mulut harus selalu dirawat dengan baik.
Secara medis, masalah pada mulut disebabkan karena terdapat plak dari sisa makanan. Plak merupakan kumpulan bakteri yang melekat pada permukaan gigi.
Kalau dibiarkan terus, bakteri ini akan menghasilkan asam dan menurunkan ph permukaan gigi. Jika hal ini terjadi, karies akan muncul dan akhirnya mengakibatkan seseorang sakit gigi.
Menurut infogigi.com ada beberapa cara menjaga kesehatan gigi dan mulut seperti gosok gigi minimal 2 kali sehari, menyikat lidah, menggunakan pasta gigi yang mengandung fl uoride, dan lain-lain. Penggunaan pasta gigi yang baik adalah yang bisa bekerja secara efektif dalam menghambat pertumbuhan dan memusnahkan bakteri.
Namun tidak semua pasta gigi mengandung antibakteri. Jika mengutip penelitian dari Dr Hasim DEA, Dosen Bio Kimia dan Toksiologi FMIPA dan Pascasarjana IPB, dengan konsentrasi dan perlakuan yang sama, terbukti minyak atsiri daun sirih yang mengandung fenol dan kaviko memiliki aktivitas antibakteri tiga kali lebih efektif daripada senyawa fluoride.
Beberapa pasta gigi pada umumnya mengandung senyawa fluor dalam bentuk natrium fluorid dan stanium fluorida. Masih berdasarkan penelitian yang sama, bahwa fluor hanya untuk menghambat perkembangan bakteri dan tidak memusnahkannya. Dan kandungan fluor yang tinggi menimbulkan efek fluorosis email gigi.
Sementara pasta gigi yang berbahan dasar daun sirih, yang mengandung fenol dan kavikol memiliki sifat bakterisidal yang mampu membasmi bakteri sehingga lebih efektif dalam menjaga kesehatan gigi, gusi, dan bau mulut.
Untuk kesehatan mulut dan gigi secara maksimal, gunakanlah pasta gigi dan obat kumur yang terbuat dari daun sirih. Kemudian, barulah sikat gigi secara benar dan teratur, agar kondisi gigi dan mulut tetap sehat dan segar. Sehingga, bisa tampil penuh percaya diri saat sedang beraktivitas sehari-hari.
Sumber: Media Indonesia 8 Agustus 2010
Zaitun Tanaman Penuh Berkah
SEJAK Farah Quinn memandu acara kuliner di sebuah stasiun televisi swasta, banyak orang tertarik dengan minyak zaitun. Dalam acara tersebut, Farah selalu menggunakan minyak zaitun untuk meracik masakan ciptaannya, terutama untuk menggoreng, menumis, atau membuat salad.
Menurut Farah, minyak zaitun lebih sehat dibanding minyak sawit atau kelapa. Zaitun (Olea europaea) merupakan tumbuhan yang dapat hidup hingga ribuan tahun.
Di Palestina pernah ditemukan pohon zaitun yang telah hidup selama dua ribu tahun. Zaitun dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki iklim yang mirip dengan daerah Mediterania. Pohonnya dapat mencapai tinggi 8-15 meter.
Catatan sejarah mengenai manfaat tanaman zaitun diketahui berawal dari masa Mesir Kuno, dan bahkan lebih tua lagi. Orang Mesir menggunakan minyak zaitun sebagai salah satu bahan dalam proses pembuatan mummi.
Zaitun termasuk tumbuhan istimewa, karena beberapa kali disebut dalam Al Quran sebagai pohon yang diberkahi. Antara lain dalam Surat An Nuur: 35: ìÖÖ.Dinyalakan (dengan minyak) dari sebuah pohon yang diberkahi, (yaitu) zaitun yang tidak tumbuh di sebelah timurnya dan tidak pula disebelah baratnya, hampir-hampir minyaknya saja menerangi walaupun tidak disentuh api…”
Begitu pula dalam Surat At Tin: 1: “Demi (buah) Tin dan (buah) zaitun.” Demikian pula dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAWbersabda: “Hendaklah kalian menggunakan minyak zaitun sebagai lauk dan buatlah ia sebagai minyak oles, karena ia (minyak zaitun) berasal dari pohon yang diberkahi.” (HR Abu Daud).
Buah ini bila diperas akan diperoleh minyaknya. Minyak ini dapat digunakan sebagai bumbu salad dan belakangan banyak digunakan untuk bahan kosmetik dan pengobatan.
Minyak ini mengandung asam lemak jenuh (asam palmitat, asam stearat, asam arachidat, asam miristat, dan lignoserat dengan kadar kecil), asam lemak tidak jenuh mono, asam lemak tak jenuh poli, vitamin E, dan vitamin K.
Khasiat buah (minyak) zaitun juga telah diakui banyak ilmuwan Barat. DR Scoot Grandy dari Universitas Texas dan DR Satsoon dari Universitas California, melalui serangkaian penelitian menyimpulkan bahwa minyak tersebut mampu menangkal penyakit lever.
Prof. Asman dari Universitas Monster Jerman, memaparkan bahwa kebiasaan menggunakan minyak zaitun memberikan peluang cukup besar untuk dapat melindungi diri dari sejumlah serangan kanker, seperti kanker usus besar, kanker rahim, kanker indung telur.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Lanst edisi 20 Desember 1999, menunjukkan bahwa negara paling miskin di Eropa, yaitu Albania, yang berpenduduk muslim, memiliki keistimewaan karena sedikitnya angka kematian di sana.
Angka kematian di Albania di kalangan pria adalah 41 orang dari setiap 100.000 orang, atau separoh dari keadaan di Inggris Raya. Hal itu dipengaruhi oleh konsumsi minyak zaitun dalam makanan para penduduk Albania.
Terhindar Kanker
Studi lain yang dipublikasikan November 1995, menyimpulkan bahwa mengonsumsinya memberikan andil dalam melindungi seseorang dari serangan kanker payudara. Majalah Archives of Internal Medicine edisi Agustus 1998 memberitakan bahwa pengkonsumsian sesendok makan minyak zaitun setiap hari bisa mengurangi bahaya terjadinya kanker payudara sampai pada kadar 45%.
Universitas Barcelona, Spanyol pada 1996 melakukan penelitian terhadap 40 wanita yang menyusui untuk diambil sampel air susunya (ASI). Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan lemak yang terkandung di dalam ASI termasuk jenis lemak yang berantai tunggal.
Jenis lemak ini dikategorikan sebagai lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi oleh manusia. Ternyata itulah jenis lemak yang juga terdapat di dalamnya.
Beberapa Universitas dan Akademi di Amerika pernah meneliti tentang kaitan dengan kutu kepala. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaannya sebagai minyak rambut dapat membunuh kutu di kepala.
Bagi perempuan Arab, telah lama digunakan untuk mengolesi rambut. Sehingga tak heran bila perempuan Arab memiliki rambut yang lebat, panjang, dan sehat.
Sumber: Suara Merdeka 8 Agustus 2010
Jeruk Nipis dan Aneka Khasiatnya
JERUK nipis atau limau nipis (Citrus aurantifolia) adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon.
Selain itu, jeruk nipis dikenal lama sebagai tanaman yang kaya manfaat. Buahnya berasa pahit, asam dan sedikit dingin, tetapi manfaatnya sangatlah beragam.
Menurut Dr Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, air buah jeruk nipis dapat digunakan sebagai penyedap masakan, minuman, penyegar, bahan pembuat asam sitrat, serta membersihkan karat pada logam dan kulit yang kotor.
Bisa juga sebagai campuran jamu. Sebagai herbal alami, jeruk nipis berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik) dan keringat, serta membantu proses pencernaan.
Jeruk nipis mengandung minyak terbang limonene dan linalool, juga flavonoid, seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin dan naringin. Kandungan buahnya yang masak adalah synephrine dan N-methyltyramine, selain asam sitrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B1, dan C. Asam sitratnya mampu mencegah kekambuhan pada pasien pasca operasi batu ginjal. Berikut tips bagaimana memanfaatkan jeruk nipis sebagai herbal yang membantu penyembuhan penyakit:
1. AMBEIEN
Sebanyak 10 gr akar pohon jeruk nipis dicuci bersih, lalu direbus dengan air 1 liter selama 1/2 jam, lalu saring. Diminum hangat-hangat 3 kali sehari.
2. AMANDEL
Kulit 3 jeruk nipis dicuci, dipotongpotong, lalu direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tersisa 3/4, saring. Air tersebut dipakai untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari.
3. ANYANG-ANYANGAN
Dua jeruk nipis dicuci, diperas lalu diberi gula batu secukupnya dan 1 gelas air panas. Aduk hangat-hangat, minum sekaligus sehari sekali.
4. BATUK
Satu jeruk nipis dicuci, diperas, di- campur dengan 1 sendok makan madu dan sedikit garam, aduk hingga rata lalu disaring. Diminum 2-3 kali sehari. Atau perasan jeruk nipis ditambah sepotong gula batu lalu diaduk hingga rata, diminum 1 kali sehari sampai sembuh.
5. BATUK DISERTAI INFLUENZA
Potong sebuah jeruk nipis masak dan mengandung air yang cukup banyak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 60 cc air panas. Tambahkan 1/2 sendok teh air kapur sirih sambil diaduk rata. Minum ramuan ini 2 kali sehari 2 sendok makan.
6. BAU BADAN
Cara 1: Potong jeruk nipis yang cukup besar menjadi 2 bagian, olesi bagian irisan dengan kapur sirih tipis-tipis. Oleskan ke ketiak setelah mandi. Biarkan selama 5 menit lalu dibilas, lalukan tiap pagi dan sore.
Cara 2: Beberapa helai (10) daun muda jeruk nipis ditumbuk sampai halus, dilumatkan, pulung kecil-kecil seperti pil, makan 3 kali sehari.
7. BATU GINJAL
Dua butir perasan jeruk nipis kampung diencerkan dengan 2 gelas air hangat, minum setelah makan malam. Lakukan tiap hari selama 10 hari.
8. DIFTERI
Dua jeruk nipis dicuci, diperas airnya. Seduh dengan 1 gelas air panas ditambah 1 sendok makan madu. Gunakan untuk berkumur selama dua menit saat masih hangat, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.
9. DEMAM ATAU FLU
Cara 1: Satu jeruk nipis dicuci lalu diperas, tambah dengan 3 siung bawang merah yang telah dilumatkan dan 1 sendok makan minyak kelapa. Oleskan pada kening penderita.
Cara 2: Satu jeruk nipis dipanggang sebentar, dipotong, lalu diperas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum sekaligus.
Sumber: Radar Surabaya 8 Agustus 2010