Archive for the ‘Herbal’ Category
Kecubung, Pengusir Asma hingga Sembelit
DIKENAL sebagai tanaman beracun, kecubung atau Datura Fatuasa sejatinya mempunyai segudang khasiat obat. Di daerah pedesaan, khususnya di Jawa Tengah, kecubung tumbuh liar di kebun-kebun dan adang dipakai sebagai pagar pekarangan.
Buahnya yang bulat dan berbintilbintil menjadi alat permainan anakanak yang sangat menyenangkan. Tanaman ini termasuk keluarga solanaceae, sekerabat dengan terung dan kentang. Kecubung biasanya berbunga putih dan ungu, namun hibridanya berbunga aneka warna.
Diperkirakan tanaman ini pertama kali dipakai sebagai obat-obat pada abad X. Kecubung ada yang berasal dari Asia Tenggara, namun ada juga yang berasal dari Benua Amerika. Sebenarnya jenis tanaman kecubung yang dapat dimanfaatkan sebagai obat sangat banyak, di antaranya Datura Stramonium, Datura Tatura, dan Brugmansia Suaviolens, namun daya khasiatnya berbeda-beda.
Penyalahgunaan kecubung memang sering terjadi, sehingga bukan efek obat yang didapat, tapi malah racun (menyebabkan pusing/teler) yang sangat berbahaya. Hampir seluruh bagian kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat. Hal ini disebabkan seluruh bagiannya mengandung alkaoida atau disebut hiosamin (atropin) dan scopolamin, seperti pada tanaman Atropa belladona.
Alkahoid ini bersifat racun sehingga pemakaiannya terbatas pada bagian luar. Biji kecubung mengandung hiosin dan lemak, sedangkan daunnya mengandung kalsium oksalat. Berkhasiat mengobati rematik, sembelit, asma, sakit pinggang, bengkak, encok, eksim, dan radang anak telinga. Ketiga alkaloida ini bersifat antikolinergik.
Sampai saat ini digunakan oleh industri farmasi sebagai sumber utama hyosciamin yang berkhasiat memberi efek menenangkan kejang-kejang, khususnya perut. Daunnya mengandung hyasciamin dan scopolamin yang berkhasiat mengobati asma, encok (linu tulang) dan penyakit kulit. Kecubung dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit, antara lain:
1. Rematik.
Ambil daun dan bunga kecubung secukupnya, bawang merah secukupnya, dan jahe secukupnya. Tumbuk bahan- bahan tersebut sampai halus, tempelkan pada bagian yang sakit.
2. Sembelit.
Ambil dua lembar daun kecubung lalu olesi dengan minyak kelapa dan kemudian dipanggang di atas api hingga daunnya layu. Daun yang telah dipanggang tempelkan di bagian bawah perut. Lakukan 2-3 kali sehari.
3. Asma.
Ambil beberapa lembar daun kecubung lalu iris-iris halus. Hasil irisan dijemur hingga kering. Daun dibuat lintingan seperti rokok, lalu diisap seperti mengisap rokok.
4. Sakit Pinggang.
Ambil 5-10 lembar daun kecubung yang berbatang ungu dan kapur sirih secukupnya lalu tumbuk hingga halus. Tempelkan hasil tumbukan tersebut pada pinggang yang sakit. Lakukan 2- 3 kali sehari.
5. Bengkak.
Ambil satu lembar daun kecubung dan basahi dengan minyak kelapa kemudian dipanggang dan diremasremas. Tempelkan pada bagian yang bengkak 2-3 kali sehari.
6. Encok.
Ambil delapan lembar daun kecubung hitam, cuci bersih dan giling hingga halus kemudian diremas-remas bersama air kapur. Gosokkan ramuan tersebut pada bagian yang sakit dua kali sehari.
7. Eksim.
Ambil kira-kira 25 gram daun kecubung, lalu tumbuk hingga halus, dan beri minyak kelapa secukupnya, lalu panaskan di atas api. Tempelkan ramuan tersebut pada eksim dan biarkan sampai beberapa saat.
8. Bisul.
Petik 5 lembar daun kecubung, lalu tumbuk hingga halus. Tempelkan ramuan tersebut pada bisul agar segera matang.
9. Ketombe.
Siapkan 7 lembar daun kecubung kering dan 5 sdm minyak kelapa. Masukkan daun kecubung dan minyak kelapa ke dalam botol, lalu tutup. Jemurlah di bawah terik matahari selama seminggu. Selanjutnya, oleskan minyak tersebut pada kulit kepala 2 kali sehari, pagi dan sore. Ulangi selama beberapa hari sampai ketombe hilang.
Radar Surabaya 19 September 2010
Jahe Mentah Redakan Nyeri
BEROLAHRAGA memang baik untuk kesehatan. Tapi, terkadang sehabis berolahraga orang mengalami nyeri otot.
Tak perlu buru-buru mencari obat karena studi terbaru yang diberi takan dalam Dailymail.co.uk menunjukkan, mengonsumsi jahe mentah bisa meredakan nyeri otot akibat berolahraga. Para periset di Amerika Serikat memberikan 2 gram jahe mentah kepada para partisipan studi.
Hasilnya, seperti dipublikasikan dalam Journal of Pain, tingkat nyeri setelah berolahraga berkurang 25% dalam waktu 24 jam. Ini, kata para periset, membuktikan bahwa jahe memang benar memiliki efek meredakan nyeri. Sebelumnya, sebuah studi laboratorium menunjukkan bahwa jahe dalam bentuk bubuk dapat membunuh sel-sel kanker ovarium. Jahe juga sering dimanfaatkan sebagai obat mual atau mabuk.
Menurut Healthdiaries.com, jahe berkhasiat mencegah kanker usus besar, meredakan morning sickness, demam, pilek, sampai migrain. Nyeri menstruasi pun bisa diredakan dengan teh jahe dicampur gula merah.
Media Indonesia 17 Oktober 2010
Dua Obat dari Arab
Produk-produk sari kurma dan jintan hitam marak. Masyarakat pun tergiur. Benarkah keduanya bermanfaat bagi kesehatan?
NAMA latinnya Nigella sativa, orang banyak mengenalnya dengan nama habbatussauda, yakni jintan hitam. Produk itu, berbentuk minyak dan kapsul, tengah banyak digunjingkan dan digunakan orang, bersama produk yang dikatakan sebagai sari kurma.
Waty, 58, salah satu konsumennya. Nenek tiga cucu ini mengaku pertama kali mengenal jintan hitam dan sari kurma dari obrolan teman-teman. “Katanya dari Arab, menyehatkan, dan obat Rasul,” kata Waty di kediamannya di Tangerang Selatan.
Ia lalu membeli sari kurma dari seorang teman yang distributor. Bentuk dan rasanya seperti madu. Jintan hitam dibelinya dalam bentuk kapsul di gerai yang menjual produkproduk yang dikatakan dari Arab. Harganya Rp 40 ribu untuk sebotol isi 210 kapsul. “Saya sudah menghabiskan satu botol yang berisi 60 kapsul,” tuturnya.
Waty biasa mengonsumsinya setiap pagi dan malam, masingmasing 2 kapsul. Efeknya? “Awal-awal sih terasa segar. Bangun tidur badan segar, enggak ngantukan. Tapi sekarang udah biasa saja,” jelasnya.
Fazri, karyawan swasta berusia 28, juga konsumen jintan hitam alias habbatussauda itu selama setahun terakhir. Ia disarankan ibunya meminum jintan hitam saat mengeluh tidak enak badan, dengan alasan produk tersebut dapat menjaga daya tahan tubuh dan merupakan obat Nabi. “Kalau detailnya apa saja kandungan dan manfaatnya bagaimana, saya memang tidak tahu. Setelah minum itu badan yang tadinya terasa mau sakit enggak jadi,” tuturnya.
Beda dari Waty yang rutin mengonsumsi jintan hitam, Fazri hanya meminumnya saat merasa tidak enak badan. Dia menganggapnya suplemen dan tidak khawatir ada efek sam ping karena menurutnya jintan hitam bukan obat.
Manfaat
Di pasaran, produk itu berlabel macam-macam, tapi dengan keterangan serupa: berasal dari Arab dan digaungkan sebagai obat Rasulullah. Manfaat yang ditemukan pada kemasannya pun seragam. Mulai menjaga daya tahan tubuh, memecah batu ginjal, mengobati diabetes, sampai menyembuhkan asam urat, rematik, impotensi, asma, serta meningkatkan produksi air susu ibu.
Seorang penjual di Jakarta yang enggan disebut namanya mengaku tidak paham benar apa kandungan dan manfaat sari kurma serta Habbatussauda yang ia jual. “Sebenarnya saya juga berdasarkan brosur saja,” katanya seraya menepis ajakan untuk diwawancara lebih lanjut.
Dokter naturopati Amarullah Siregar memberi penjelasan. Menurut dia, kandungan jintan hitam dan sari kurma sebenarnya memang bermanfaat.
Nigellin, kandungan utama jintan hitam, merupakan sumber bahan energi sel sehingga regenerasi sel lebih optimal, dapat memperbaiki metabolisme.
Adapun Anthocyanin yang merupakan kandungan utama sari kurma berfungsi memperkuat sel dinding darah sehingga tidak rapuh dan lebih kuat melawan penyakit. “Jintan hitam terfokus pada sel-sel tubuh. Sari kurma lebih kepada sel-sel darah,” jelas Amarullah.
Sari kurma, ditambahkannya, bagus untuk menjaga vitalitas tubuh, berfungsi sebagai energi, antibodi, dan penambah oksigen. Jintan hitam berfungsi menghilangkan lemah, letih, dan lesu.
Seperti segala hal, Amarullah juga mengingatkan agar dalam mengonsumsinya tepat dan tidak berlebihan. Sarannya konsumsi sebelum tidur malam karena tubuh yang tidak sedang beraktivitas menyerap bahan-bahan yang berkhasiat dengan lebih maksimal.
“Jintan hitam berbentuk minyak dikonsumsi satu sendok teh per malam dan kapsul diminum 1.000 gram sehari. Sari kurma dikonsumsi satu sendok makan dua kali sehari,” begitu rekomendasinya. Konsumsi yang tepat tidak berbahaya untuk kesehatan. Terutama sari kurma, jika berlebihan, dapat menimbulkan penyakit gula.
Proses
Tidak semua jintan hitam dan sari kurma mengandung manfaat kesehatan. “Yang berasal dari semenanjung Arab yang memiliki banyak manfaat. Kalau ada dari daerah lain, tidak ada manfaat apa-apa,” kata dokter yang menekuni ilmu kedokteran dengan fokus mengobati lewat jalan alami tubuh, dikenal dengan naturopati, itu. Di kawasan semenanjung itulah jintan hitam dan kurma tumbuh subur, dengan tanah berunsur hara paling baik. Konsumen juga perlu cermat.
Manfaat itu akan terasa hanya jika proses pengelolaannya tepat. Menurut Amarullah, pengelolaan yang benar adalah dengan cara dipres atau ditekan, untuk kemudian diambil sari patinya.
“Hati-hati dengan produk palsu ataupun proses pengelolaan yang salah, yang sekarang banyak beredar di masyarakat luas. Kebanyakan mereka memprosesnya dengan menggunakan pelarut untuk mendapatkan sari pati, bukan cara dipres,” papar Amarullah.
Untuk kualitas dan keaslian, ia menyarankan agar selalu mencermati kemasan produk. “Yang bagus dan asli pasti tercantum di label, kalau tidak tertulis, diragukan,” ujarnya.
Sumber: Media Indonesia 5 September 2010
Daun Pegagan, Obati Penyakit TBC
PEGAGAN atau nama ilmiahnya Cantella asiatica, di berbagai daerah di Indonesia memiliki nama lokal antara lain: antanan, panegowang, rendeng, caling rambut, antenan gede, kos tekosan, pegaga, korikori.
Pegagan bisa tumbuh hingga di ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Jenis tumbuhan tanpa batang, dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10-80 cm. Akarnya keluar dari setiap bonggol, dengan cabang yang akan membentuk tumbuhan baru. Helai daun bersifat tunggal (satu), panjang tangkai sekitar 5-15 cm dengan seperti bentuk ginjal manusia.
Manfaat Pegagan
Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan telah dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia. Berbagai manfaat yang diberikan oleh pegagan antara lain: menyembuhkan lepra (penyakit menular kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis (TBC). Meningkatkan ketahanan tubuh, membersihkan darah, memperlancar air seni, memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak, memperlancar transportasi darah pada pembuluh-pembuluh otak. Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf.
Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises, dan salah urat. Selain dapat membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan energi level serta menurunkan gejala stres dan depresi.
Penelitian
Pegagan tumbuhan liar kaya manfaat Dari berbagai penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti taphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya.
Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Laorpuksa A. dan kawan-kawan dalam penelitian pada 1988 membuktikan, estrak air pegagan dapat melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran napas.
Sementara Herbert D. dan kawan-kawan dari Tuberculosis Research Center di India mencoba efek pegagan pada bakteri tuberkulosis H37Rv secara in vitro. Hasilnya, pegagan tidak langsung berefek pada bakteri tuberkulosis. Namun, Herbert menyarankan penelitian lebih lanjut terhadap senyawa aktif asiaticoside.
Feeling Herbert terbukti benar.
Berdasarkan penelitian lanjutan, senyawa aktif itu ternyata dapat melawan Mycobakterium tuberculosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986). Penelitian berikutnya yang dilakukan Walter H. Lewis juga menyatakan, pegagan termasuk kelompok tanaman yang menghasilkan zat seperti antibiotika dan asiaticoside.
Keampuhan daun ini juga telah diuji coba oleh Boeteau P. dan kawan-kawan, yang menginokulasi binatang percobaan marmut dengan bakteri Basilus tuberkulosis selama 15 hari. Injeksi 0,5 ml 4% asiaticoside yang diberikan pada marmut, terbukti dapat mengurangi jumlah lesi tuberkular di paru-paru, hati, dan limpa.
Senyawa asiaticoside membuat pegagan tak hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri tuberkulosis, tapi juga berpotensi sebagai imunomodulator ñ peningkat daya tahan tubuh.
Secara empiris, pemanfaatan pegagan untuk membasmi tuberkulosis paru-paru dapat dilakukan dengan berpedoman pada resep berikut.
Cuci 30 – 60 g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dan diminum 3 kali sehari.
Untuk TB kulit, lumatkan pegagan, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit. Berbagai penelitian lain mengenai khasiat pegagan telah banyak dilakukan. Manfaat yang berhubungan dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30 orang pasien anak-anak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan yang cukup berarti setelah diberi perlakuan dengan ramuan pegagan selama 12 minggu.
Pada orang dewasa dan tua penggunaan Centella asiatica sangat baik untuk membantu memperkuat daya kerja otak, meningkatkan memori, dan menanggulangi kelelahan.
Centella asiatica juga bermanfaat bagi anak-anak penderita Attention Deficit Disorder (ADD). Hal ini karena adanya efek stimulasi pada bagian otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih konsentrasi dan fokus. Disamping itu juga mempunyai efek relaksasi pada sistem saraf yang overaktif.
Penelitian lain menunjukkan, berbagai penyakit seperti skleroderma, gangguan pembuluh vena, maupun gangguan pencernaan rata-rata dapat disembuhkan dengan ramuan itu hingga 80% setelah 2 -18 bulan.
Kandungan kimia yang simplisianya dikenal dengan sebutan centella herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside mempunyai khasiat antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Suara Merdeka 26 September 2010
Alpukat Anti Kolesterol
BUAH alpukat selama ini cenderung dihindari, terutama mereka yang mengalami obesitas (kegemukan) dan lemah jantung karena tingginya kandungan lemak dalam buah ini. Namun apabila dikaji lemak macam apa, barangkali kita akan terperangah. Fakta justru menunjukkan sebaliknya, sebab kadar lemak alpukat terdiri atas asam lemak tak jenuh yaitu suatu komponen yang justru bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol darah.
Di samping itu, juga mengandung senyawa peningkat fungsi kekebalan tubuh, membantu mencegah penyakit infeksi yang berhubungan dengan AIDS.
Seperti telah diketahui, ada 3 macam jenis lemak yakni : lemak tak jenuh digolongkan sebagai lemak “baik” berasal dari nabati, lemak jenuh atau lemak “jahat” berasal dari hewani dan asam lemak yang dihasilkan melalui proses hidrogenisasi atau proses kimiawi dari lemak tak jenuh (misalnya ; proses minyak sayur menjadi margarin).
Apabila lemak “baik” tak jenuh ini digunakan sebagai penganti lemak “jahat” seperti daging dapat menurunkan kolesterol “jahat” atau LDL (Low Density Lipoprotein). Dan tidak berdampak terhadap penurunan kolesterol “baik” atau HDL (High Density Lipoprotein).
Mengkonsumsi alpukat sangat disarankan bagi mereka yang justru mengalami kegemukan dan lemah jantung karena buah ini mampu menurunkan kolesterol secara keseluruhan.
Zat Ampuh
Alpukat digolongkan dalam 3 varietas berdasarkan kulitnya yakni jenis Meksiko buahnya kecil 85 – 340 gram, berkulit tipis halus dan mengkilat, jenis Guatemala buahnya besarnya 340 – 560 gram berkulit relatif tebal dan kasar. Sedangkan jenis India Barat buahnya berukuran sedang, berkulit halus dan lentur.
Kaya akan kandungan mineral kalium (604 mg per 100 g) tetapi miskin mineral natrium (4 mg per 100 g). Perbandingan kalium terhadap natrium di atas persyaratan minimal yakni 5 : 1 membuat alpukat berdampak positif bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Setiap 100g juga memasok serat cukup tinggi (1,6g), vitamin A290 1U dan folasin 51 ug. Sedang kadar lemak sekitar 16%. Jadi setiap 100g mengandung energi 167 kal. Namun kandungan lemak tersebut terdiri dari asam lemak tak jenuh rantai tunggal (monounsaturated acid / MUFA).
Penurunan diet alpukat hampir 2 kali lebih besar yakni (8,2%) dibandingkan diet rendah lemak biasa yang hanya 4,9%. Dan tak kalah penting lagi, diet MUFAmenurunkan kolesterol “jahat” LDL saja, tanpa diikuti dengan penurunan kolesterol “baik” HDL. Hal ini berbeda dengan diet lemak biasa. Patut diketahui pula bahwa dengan penurunan kolesterol 1% mampu mengurangi risiko penyakit jantung kira-kira 2%. Maka dengan melakukan diet alpukat selama 3 minggu risiko terkena penyakit jantung berkurang 16%.
Alpukat juga mengandung secara berlimpah glutation yakni komponen yang secara bersama dengan MUFAmenjaga kolesterol darah agar tidak teroksidasi menjadi racun tubuh. Glutation ialah zat anti kanker yang dapat menonaktifkan 30 zat penyebab.
Glutation berfungsi membantu menghambat kerusakan tubuh akibat senyawa-senyawa beracun seperi pestisida, logam berat dan timah dengan menawarkan racun dan mengeluarkannya. Pada uji laboratorium glutation nyaris menghentikan sama sekali replikasi HIV (Human Immunnodeficiency Virus) yakni virus penyebab AIDS. Dibanding buah lain alpukat segar mengandung glutation paling tinggi yakni 21mg/100g, maka dengan mengkonsumsi 25- 50 mg glutation tiap hari sudah cukup mencegah unsur-unsur lemak berbahaya termasuk kolesterol jahat yang sukar dihindari dari makanan sehari-hari.
Perlu diperhatikan pula perlakuan penyajian, memblender dapat menghancurkan sejumlah glutation. Oleh sebab itu jika ingin memperoleh manfaat secara optimal bagi kesehatan, seyogyanya alpukat dimakan langsung dalam keadaan segar atau tanpa pengolahan.
Suara Merdeka 17 Oktober 2010
Sirih Merah; Antidiare dan Pengontrol Gula Darah
ADA ‘ras’ baru tanaman sirih yang khasiatnya lebih beragam ketimbang sirih hijau yang dikenal selama ini. Selain multikhasiat, sirih merah (Piper betle L Var rubrum) lekas naik daun karena bentuknya jauh lebih menarik daripada sirih biasa.
Meski belum diketahui dengan pasti asal tanaman obat ini, sirih merah sering ditemui di berbagai daerah. Contohnya di lingkungan keraton Jogjakarta dan lereng Gunung Merapi, Papua, Jawa Barat, Aceh, dan beberapa daerah lainnya. Pada awal tahun 2002, tanaman ini ditemukan secara tidak sengaja di sebuah desa di lereng Gunung Merapi.
Warna bagian bawahnya merah mengkilap dengan bentuk daun tidak berbeda dengan sirih hijau. Tamanannya menjulur memanjang dan beruas. Rasa daun sirih merah sangat pahit. Aromanya lebih tajam bila dibandingkan dengan sirih hijau.
Meski kandungan kimia tanaman ini belum diteliti secara detail, dari hasil krematogram diketahui daun sirih merah mengandung flavonoid, senyawa polevenolad, tanin, dan minyak atsiri. Efek zat aktif yang terkandung daun sirih merah dapat merangsang saraf pusat dan daya pikir.
Daun sirih merah memiliki efek mencegah ejakulasi dini, antikejang, antiseptik, analgetik, antiketombe, mengendalikan gula darah, lever, antidiare, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meredakan nyeri. Juga dipercaya mampu mengatasi radang paru, radang tenggorokan, radang gusi, hidung berdarah atau mimisan, dan batuk berdarah.
Ekstrak daun sirih merah juga mampu mematikan jamur Chandida albicans penyebab sariawan. Selain itu, berkhasiat mengurangi sekrasi pada liang vagina, keputihan dan gatal-gatal pada alat kelamin, sekaligus sebagai pembersih luka (efek antiseptik).
Secara empiris ekstrak daun sirih merah dalam pemakaian tunggal atau diformulasikan dengan tanaman obat lain mampu membatasi aneka keluhan.
Contohnya gangguan gula darah, peradangan akut pada organ tubuh, luka yang sulit sembuh, kanker payudara dan kanker rahim, leukemia, TBC dan radang hati, wasir, jantung koroner, darah tinggi, dan asam urat.
Hasil penelitian Andayana Puspitasari Apt dari Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi UGM Jogjakarta, sirih merah mengandung flavonoid, alkoloid, senyawa polifenolat, tannin dan minyak atsiri. Memanfaatkan daun sirih merah ini, selain dalam bentuk segar, bisa juga dengan teknik pengeringan memakai sinar matahari.
Rajangan dauh sirih merah yang telah 60 persen kering ditempatkan di tampah yang ditutup dengan kain hitam transparan. Penutupan dengan kain ini agar daun tidak kabur terbawa angin. Setelah kering benar, daun sirih merah dimasukkan ke dalam kantong plastik tebal transparan atau bening.
Tujuannya, agar kualitas sirih merah tetap terjamin dan bisa bertahan hingga satu tahun. Berikut beberapa contoh ramuan daun sirih merah untuk beragam gangguan:
1. JANTUNG
Ambil daun sirih berukuran sedang sebanyak 3-4 lembar atau ukuran kecil 6-8 lembar. Cuci bersih, kemudian diiris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa 2 gelas, lalu saring. Ramuan ini diminum selagi hangat, dua kali sehari sebelum makan. Sekali minum satu gelas.
2. DIABETES
Petik tiga lembar daun sirih merah setengah tua dan daun keenam atau ketujuh dari pucuk. Cuci bersih semua daun, kemudian iris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak tiga gelas (600 ml) sampai mendidih dan tersisa 1,5 gelas. Minum sehari tiga kali sebelum makan, sekali minum setengah gelas.
3. ORGAN MULUT
Daun sirih segar sebanyak 5 lembar, dicuci dan direbus dengan dua gelas (400 ml) sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Dinginkan, dan pakai untuk obat kumur tiga kali sehari. Ramuan ini sangat baik untuk mengobati gusi berdarah, sariawan, gigi berlubang, bau mulut, dan radang tenggorokan.
4. BATUK ATAU PENAMBAH NAFSU MAKAN
Siapkan daun sirih merah yang tidak terlalu tua sebanyak 10 lembar, cuci, kemudian rendam dalam alkohol 70 persen selama 30 menit agar bakteri yang menempel pada daun mati. Daun sirih merah ditambah gula putih 100 gram direbus dengan air 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah dingin, tuangkan ke dalam botol yang bersih dan steril. Ramuan ini bisa diminum tiga kali sehari, sekali minum satu sendok makan.
5. ORGAN KEWANITAAN
Daun sirih merah tua sebanyak 8 lembar dicuci bersih, kemudian diiris-iris selebar 1 cm. Rebus dengan air 800 ml sampai mendidih. Setelah dingin, dipakai untuk membersihkan organ kewanitaan dua kali sehari.
6. RADANG MATA
Ambil daun sirih merah yang agak muda (daun kelima dari pucuk) sebanyak 4 lembar, cuci bersih. Rebus dengan air dua gelas hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah dingin, air tersebut digunakan untuk merendam mata yang sakit.
Sumber: Radar Surabaya 5 September 2010
Sari Kurma, Resep Puasa tanpa Lemas
SELAMA menjalankan ibadah Ramadan pasokan makanan dan minuman ke tubuh memang berkurang. Itu potensial menimbulkan kantuk, lemas, dan kurang bergairah. Adakah solusinya? Sari kurma, itu salah satunya. Selama Ramadan, sari kurma memang cukup banyak dibeli orang untuk jamuan berbuka puasa, karena rasanya yang manis.
Yang perlu Anda tahu, sari kurma juga berkhasiat untuk menjaga kesehatan, salah satunya agar tubuh senantiasa fit. Maka itu, bila sering merasa lemas saat berpuasa, coba mengonsumsi sari kurma saat berbuka nanti. Tak hanya kembalikan energi setelah seharian berpuasa, sari kurma juga bisa membuat tubuh siap untuk jalani puasa hari berikutnya.
Dari beberapa penelitian, makanan yang terbuat dari ampas kurma ini juga sangat berkhasiat untuk penderita diabetes melitus, karena kandungan karbohidrat, kalori, dan vitamin sudah terpenuhi dengan baik. Mineral juga sangat banyak ditemukan dalam sari kurma. Magnesium dan kalium setidaknya berada dalam jumlah yang cukup bisa diandalkan untuk membantu kinerja tubuh menjadi lebih baik.
Selain itu, sari Kurma juga mujarab untuk mengobati orang yang terkena demam berdarah (DBD), sulit makan, dan wanita yang akan melahirkan. Namun, sebelum Anda membeli sari kurma, pastikan produk sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
TIGA MAKANAN ALAMI
Selain itu, ada tiga bahan herbal yang berkhasiat mencegah gangguan pencernaan kronis yang kerap muncul di bulan Ramadan, sekaligus menjaga penceranaan agar tetap sehat. Ketiga bahan herbal itu adalah lidah buaya, pepaya, dan kunyit.
Bahan-bahan alami ini dipercaya bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan saat kita berpuasa. Selain lebih aman dan segar, lidah buaya, pepaya, dan kunyit sangat mudah didapat dan relatif gampang meramunya. Bahanbahan ini dapat dikonsumsi sehari- hari, baik sebagai bagian dari sajian saat berbuka maupun makan sahur.
1. Pepaya
Risiko susah buang air besar (BAB) cukup besar saat puasa, terlebih jika makanan yang diasup minim serat. Kandungan serat pepaya yang tinggi bisa jadi solusi biar tidak ngeden saat BAB. Banyak anggota masyarakat mengolah pepaya mentah sebagai bahan dasar sayuran. Meski lebih dikenal sebagai buah, pepaya juga memiliki manfaat menyembuhkan.
Pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin, dan mineral. Kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Pepaya kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E. Hebatnya lagi, enzim papain dalam buah pepaya berfungsi mempercepat proses pencernaan protein.
2. Kunyit
Tanaman obat yang juga dikenal sebagai salah satu bumbu masak ini telah banyak diteliti. Salah satunya oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian Obat Tradisional UGM Jogjakarta. Mereka membuktikan secara uji klinis bahwa rimpang kunyit mampu menurunkan jumlah tukak lambung dan menyembuhkan beragam gangguan pencernaan tanpa efek samping.
3. Lidah Buaya
Lidah buaya dapat dimasukkan sebagai tanaman obat favorit pereda gangguan pencernaan.
Sari atau olahan tanaman ini sering dijadikan campuran minuman saat berbuka karena sifatnya yang dingin, menyegarkan, dan mengandung vitamin A, B1, B2, B12, C, E. Beberapa penelitian menunjukkan, unsur utama lidah buaya yang diburu sebagai komoditas bisnis bernilai ekonomis tinggi adalah aloin, emodin, resin, gum, dan minyak atsiri. Kumpulan enzim antara lain amilase, katalase, cellulase, carbexypeptidase, carpoxyhelclase, bradyknase, sebagai penyeimbang kerja zat gizi pada sistem pencernaan.
Sumber: Radar Surabaya 22 Agustus 2010
Radang Gusi Hilang berkat Daun Henna
DAUN inai atau henna, di telinga sebagian
masyarakat memang masih
asing. Padahal daun dari tumbuhan
bernama latin Lawsonia inermis Linnaeus
itu telah lama dikenal sebagai
obat alternatif untuk radang gusi. Penelitiian
Lies Zubardiah M Qosim dari
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Indonesia (FKG-UI) membuktikan peranan
daun inai sebagai obat penyembuh
luka kulit di badan.
Ia menjelaskan penelitian obat mulut
alternatif ini menggunakan berbagai
macam pengujian, seperti uji fitokimia,
uji antibakteri terhadap Streptococcus
sanguinis, uji toksisitas akut, uji sitotoksisitas,
uji penyembuhan gingivitis
pada hewan coba dan manusia, serta uji
penyerapan warna pada gigi.
Hasil penelitian itu ditemukan bahwa
daun inai yang mengandung golongan
senyawa antibakteri, seperti flavonoid,
minyak atsiri, saponin, steroid, triterpen,
dan tanin, yang terbukti ampuh
melawan bakteri S. sanguinis, dapat
menurunkan konsentrasi plak, tidak
bersifat toksit pada manusia, dan menyembuhkan
gingivitis.
Hasil penelitian yang sedang dalam
proses Hak atas Kekayaaan atas Intelektual
(HAKI) ini, merupakan salah
satu bentuk obat alternatif yang lebih
aman untuk pengobatan radang gusi
pada anak- anak dan dewasa.
Seperti diketahui, salah satu jenis
gangguan kesehatan pada gigi dan mulut
adalah gingivitis (radang gusi).
Gingivitis adalah jenis penyakit pe-
riodontal yang paling sering ditemukan
pada 80 persen anak usia 11-13 tahun
di negara-negara berkembang dan bersifat
kronis. Jika dibiarkan berlanjut,
gingivitis dapat menjadi periodontitis
(peradangan jaringan penyangga gigi),
sehingga gigi menjadi goyang dan mudah
lepas.
Faktor etiologi utama gingivitis adalah
plak bakteri, yang mampu merusak
jaringan penyangga gigi dimulai dengan
kerusakan pada gingiva (gusi).
Streptococcus sanguinis merupakan
salah satu bakteri yang paling banyak
dijumpai di dalam plak.
Plak melekat erat pada gigi dan hanya
dapat dihilangkan melalui pembersihan
dengan sikat gigi dan alat pembersih
interdental. Senyawa yang bersifat
antibakteri dibutuhkan untuk membantu
menghilangkan peradangan.
AIR GARAM
Selain daun inai atau henna, radang
gusi juga bisa disembuhkan dengan
berkumur air garam. “Bila berkumur
dengan air garam, daerah yang bengkak
jadi hipertonik sehingga bakteri
yang ngumpul di plak akan keluar,” kata
Prof drg Melanie Djamil, dari Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Trisakti
Jakarta.
Akan tetapi, kumur dengan air garam
adalah solusi sementara. “Jika sumber
masalah gangivitis adalah plak dan tartar,
tetap saja harus dibersihkan dulu
agar sakitnya tidak datang lagi,” jelasnya.
Radar Surabaya 26 September 2010
Pisang Tingkatkan Kuantitas Sel Sperma
BANYAK cara bisa dilakukan untuk maksimalkan kuantitas sperma, salah satunya dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat. Nah, dalam hal ini pisang bisa jadi pilihan.
Seorang ahli urologi Singapura menyatakan, konsumsi pisang setiap tiga hari dapat meningkatkan kesuburan pria. Kandungan magnesium di dalamnya mampu merangsang produksi sel sperma lebih banyak.
Seperti dikutip dari laman Times of India, kacang mete, kentang, dan daging juga memiliki efek yang sama dengan pisang. Makanan-makanan itu umumnya kaya asam amino (L-arginine dan L-carnitine) yang bermanfaat meningkatkan hormon testosteron dan produksi sperma.
Salah satu ciri sperma sehat adalah jika jumlahnya mencapai 20 juta per mililiter sperma atau air mani. Meningkatkan kuantitas sperma juga bisa dilakukan dengan menambah porsi sayur hijau seperti bayam, brokoli, asparagus, dan ganggang laut.
Bayam mengandung asam amino, sedangkan lainnya mengandung asam folat yang juga mempengaruhi produksi sperma. Sementara buah-buahan seperti tomat, semangka, jambu, dan anggur merah, memiliki kadar lycopine yang cukup tinggi. Tak hanya bermanfaat memaksimalkan produksi sperma, lycopine juga baik untuk melawan kanker prostat.
Namun, para pakar seks mengingatkan bahwa kualitas sperma tak hanya dipengaruhi asupan nutrisi, tapi juga gaya hidup. Demi kuantitas dan kualitas sperma yang prima, hindari stres, konsumsi rokok, dan alkohol. Pemakaian celana dalam terlalu ketat dan kegemaran berendam di air panas juga berpotensi merusak kualitas sperma.
Memperhatikan kesehatan sperma sangat penting bagi pasangan yang tengah berencana memiliki buah hati. Sama halnya sel telur, kondisi sperma menentukan tingkat kesuburan.
DELAPAN MANFAAT
Selain terkait kesuburan pria, pisang juga mempunyai delapan manfaat lain yang tak kalah penting. Manfaat itu mulai membantu menurunkan tekanan darah, sampai menjaga kadar gula dalam darah. Selengkapnya adalah;
1. Pisang merupakan sumber kebaikan potassium, karena 100 gram pisang mengandung 400 gram potassium. Sekadar mengingatkan, potassium adalah nutrisi yang bisa membantu menurunkan tekanan darah, menyuplai energi, membantu pertumbuhan otot dan mencegah terjadinya kram otot.
2. Delapan asam amino-molekul pembentuk protein dikandung pisang. Itu dibutuhkan tubuh, karena tubuh tak mampu menghasilkannya.
3. Duapuluh tiga juta pisang dikonsumsi para petenis pria dan wanita dalam turnamen tenis Wimbledon setiap tahunnya. Maklum, pisang memiliki sumber energi tinggi.
4. Diare bisa disembuhkan hanya dengan mangonsumsi pisang yang memiliki titiktitik coklat di kulitnya. Sebab, ada pectin, potassium dan magnesium yang dikandungnya.
5. Pisang mampu memulihkan stamina tubuh, sebab pisang menggantikan potassium yang hilang dari dalam tubuh. Selain itu pisang juga mampu menghilangkan rasa pegal, mengurangi rasa mual, dan mengurangi tingginya level magnesium, sehingga membantu menghilangkan pusing dan melancarakan peredaran darah.
6. Kulit pisang mempunyai manfaat lebih di daerah tropis, selayaknya Indonesia. Rasa gatal dan bengkak bekas gigitan nyamuk bisa dihilangkan dengan hanya mengusapkan kulitnya.
7. Dua pisang sehari mampu mengurangi tekanan darah tinggi sampai 10 persen. Itu berdasarkan penelitian para dokter di India.
8. Pisang mengandung tiga gula: fruktosa, sukrosa, dan glukosa, serta memiliki lebih banyak karbohidrat dibandingkan buah lain. Gula yang masuk ke aliran arah mengalir dengan kecepatan berbeda yang bisa menjaga kadar gula dan menghindari energy crashes.
Radar Surabaya 17 Oktober 2010
Pepino, Buah Melodi Pereda Sariawan
PEPINO, apa itu? Masih satu keluarga dengan terong, buah bernama latin Solanum muricatum Aiton ini memang tergolong ‘pendatang baru’. Di Indonesia buah ini pertama kali di datangkan pada masa penjajahan Belanda. Pepino dapat tumbuh subur dan berkembang dengan baik pada dataran tinggi seperti kawasan puncak. Buah ini banyak dibudidayakan di daerah Dieng, Jawa Tengah. Pepino biasa disebut buah melodi. Kandungan vitamin C dan serat membuatnya pantas dipilih untuk meredakan keluhan sariawan dan darah tinggi.
Selama ini orang lebih mengenal jeruk atau mangga sebagai sumber vitamin C. Ada satu buah lagi yang kandungan vitamin C-nya cukup tinggi, yakni pepino atau orang biasa menyebut sebagai buah melodi. Namun, tidak jelas mengapa disebut begitu.
Buah ini bentuknya mirip terung, yang membedakan adalah warnanya. Secara umum, pepino memiliki warna dasar hijau dengan lekukan corak garis cokelat yang bisa berubah kekuningan bila matang atau ungu berbintik putih dengan corak garis ungu tua. Buah ini juga relatif murah, harga per kilogramnya berkisar antara Rp 10-15 ribu.
GANGGUAN PENCERNAAN
Apa khasiatnya? Di Indonesia, kajian ilmiah tentang pepino secara khusus belum pernah ada. Namun, dari beberapa pengakuan dan munculnya beberapa tawaran jenis produk herbal berbahan baku pepino yang banyak dijual di tengah masyarakat, cukup memberikan gambaran jika buah ini dipercaya berkhasiat.
Pepino dipercaya mampu mengobati panas dalam, sariawan, diabetes, serta infeksi saluran kemih. Beberapa orang percaya buah ini juga dapat mengurangi risiko sembelit atau gangguan pencernaan, dan tekanan darah tinggi karena kandungan seratnya.
Di luar negeri, terutama di China, tanaman ini beberapa kali diteliti dan terbukti tidak memiliki efek racun bagi tubuh. Kini tengah dikembangkan secara serius sebagai bahan baku obat sariawan karena kandungan vitamin C-nya dan pereda gangguan sembelit. Produk herbal dari China berbahan baku pepino banyak dijual di Indonesia.
Munculnya pengakuan secara empiris sebenarnya cukup beralasan karena setiap 100 gram pepino mengandung vitamin C sebesar 25,1 mg, protein 0,6 gram, betakaroten 26,6 mg, dan 1-1,5 gram di antaranya adalah serat pangan (dietary fiber). Kandungan pepino di antaranya adalah:
VITAMIN C
Pepito memiliki kandungan vitamin C tinggi. Dalam 100 gram pepino terkandung 25,1 mg vitamin C. Untuk mendapatkan manfaat vitamin C secara maksimal, pilih jenis buah pepino yang tidak terlalu matang. Sebaiknya disajikan dalam bentuk segar dengan cara dimakan langsung atau dijus tanpa campuran apa pun.
PROTEIN
Kandungan protein dalam pepino kurang lebih hanya 0,6 gram per 100 gram. Memang kalah bila dibandingkan dengan kacang hijau. Meski begitu, kandungan protein nabati dalam pepino dinilai dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh.
SERAT PANGAN
Kandungan serat pada buah pepino sangat baik, mencapai 1 sampai 1,5 gram per 100 gram. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan, serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Semakin tinggi konsumsi serat, semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh.
Selain mencegah kolesterol, kandungan serat pada buah pepino sangat berguna dalam sistem pencernaan, menekan risiko darah tinggi, dan baik untuk kesehatan jantung. Serat pangan (dietary fiber) mampu memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses.
Sumber: Radar Surabaya 12 September 2010