Archive for December, 2011
Sudah Sehatkah Jajanan Anak?
Jangan hanya memberi anak uang saku dan membebaskannya memilih jajanan apa pun di sekolah. Faktanya,jajanan anak jauh dari sehat dan bahkan berisiko mengancam kesehatan anak.
Pangan jajanan anak sekolah (PJAS) memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan energi yang dibutuhkan selama anak belajar di sekolah.Survei yang dilakukan di Bogor menunjukkan PJAS menyumbang 36% kebutuhan energi anak selama di sekolah. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dra Kustantinah Apt MApp Sc.Menurut dia,PJAS cukup krusial kehadirannya karena merupakan asupan gizi yang didapat anak di sekolah.
Sayangnya,PJAS yang biasa dijual jauh dari syarat kebersihan apalagi kesehatan.”Kami dari BPOM banyak menemukan PJAS mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan,” kata Kustantinah. Sebut saja dengan penambahan bahan berbahaya dan bahan tambahan pangan yang melebih batas aman.Belum lagi,pangan tersebut mengandung bakteri atau mikroba dan terkontaminasi bahan kimia dan patogen.
“Data surveilans KLB Keracunan Pangan per 31 Desember 2010,dari 163 kejadian, 13,5% di antaranya berasal dari pangan jajanan anak di sekolah,”kata Kustantinah. Buruknya higienitas dan sanitasi,makanan mengandung boraks atau formalin,belum lagi pewarna bukan makanan yang mengandung rhodamin B dan metanil yellow dipastikan merupakan penyebab keracunan yang terjadi pada anak.
“Hati-hati mengonsumsi kerupuk berwarna,besar kemungkinan pewarna tekstil yang digunakan.Begitu pula bakso,mungkin mengandung boraks,”kata Kustantinah. Bakso misalnya,lanjutnya,pada umumnya pedang hanya menambahkan sedikit daging selebihnya tepung.”Tentunya ini dapat memicu berat badan anak menjadi obesitas,”imbuhnya.
Adapun Dr dr Saptawati Bardosono MSc dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia dalam presentasinya memaparkan,persentase KLB (kejadian luar biasa) keracunan di tingkat SD setiap tahunnya antara 70%79%. “Makanya,sangat penting bagi para orang tua untuk mencermati jajanan yang dibeli anak. Jangan hanya memberikan uang dan terserah anak mau beli apa,”kata Saptawati.
Sebenarnya, tidak semua jajanan anak di sekolah membahayakan kesehatan.Boleh-boleh saja jika anak jajan di sekolah,namun Saptawati mengingatkan untuk mencermati dahulu jajanan sebelum anak memutuskan untuk membeli. Ambil contoh,tidak membeli jajanan yang dibungkus menggunakan koran atau kertas bekas.Sebab,tinta pada koran tersebut mengandung timbal yang mudah diserap oleh makanan dan dampaknya buruk bagi kesehatan.
Hindari pula memilih jajanan yang ditaruh dalam kantong kresek,apalagi yang berwarna hitam.Kantong kresek hitam ini berasal dari sampah yang didaur ulang. “Ingatkan anak untuk tidak mengonsumsi pangan yang berwarna mencolok,kenyal teksturnya ataupun keras,”saran ahli gizi ini.Orang tua juga sebaiknya mulai giat membaca label yang tertera pada makanan.Lihat komposisi dan tanggal kedaluwarsa makanan itu.
Untuk mencegah penyakit atau kuman yang masuk pada makanan,hindari pangan yang dijual di tempat terbuka atau tanpa penutup atau kemasan. Orang tua dapat meminimalisasi kebiasaan jajan anak dengan menyediakan sarapan setiap pagi dan membekali dengan makanan sehat. Sarapan,terbukti dapat meningkatkan performa belajar anak dan aktivitas fisiknya.
Tubuh anak-anak yang sedang bertumbuh dan otaknya yang sedang berkembang, bergantung pada asupan makanan yang teratur.Ketika anakanak melewatkan waktu sarapan,artinya perut mereka berada dalam keadaan kosong bisa hingga 18 jam sejak malam sebelumnya.Dengan kata lain,masa perut kosong selama itu termasuk dalam kategori semi-kelaparan,yang bisa menyebabkan banyak masalah fisik, intelektual, dan sikap bagi anak-anak.
Kebiasaan sehat sebaiknya sudah dimulai dari dini.Tularkan kepada anak kebiasaan ini mulai dari hal yang sederhana.Contohnya,mencuci tangan sebelum memegang makanan,sehabis dari toilet,atau sesudah memegang hewan atau benda kotor.Jika diajarkan sejak dini,kebiasaan itu akan melekat hingga dewasa kelak.
Usahakan selalu menutup makanan agar terhindar dari serangga seperti lalat,kecoa,dan binatang lain.Pastikan anak hanya memilih jajanan yang higienis dan sehat.Bukan hanya soal kebersihan makanan,tapi makanan dan minuman yang banyak mengandung gula dan garam berpotensi mengancam kesehatan anak. Kandungan gula dan garam berlebih mengundang berbagai penyakit,di antaranya obesitas,hipertensi,diabetes melitus,hingga penyakit jantung.Nah,kini Anda tahu pangan seperti apa yang sehat bagi buah hati tercinta.
sri noviarni
Sindo, Tuesday, 13 December 2011
Cerahkan Kulit dengan Minuman Konsentrat Buah Alami
Deraan polusi, stres serta terik matahari selalu mengancam kesehatan kulit kita. Apa daya, aktivitas di luar ruang pada siang hari menuntut kita untuk terus bersinggungan dengan itu semua.
Mengenakan payung, sarung tangan atau tabir surya menjadi sebagian jawaban. Lantas, bagaimana dengan perlindungan kulit dari dalam? Bagi Anda yang bekerja di lapangan dan biasa terpapar sinar matahari, pasti sering mengalami masalah seputar kesehatan kulit. Kebutuhan akan kesehatan kulit tidak hanya dominasi para wanita.
Kaum Adam pun juga membutuhkan kesehatan kulit agar terlihat lebih segar dan percaya diri. Kerusakan kulit akibat sinar matahari secara terus-menerus dapat mengganggu kesehatan kulit. Di antaranya adalah kulit menjadi lebih gelap, timbul noda hitam (fl ek), gangguan pigmentasi, elastisitas kulit menurun, bahkan menimbulkan kerusakan DNA dan menyebabkan kanker kulit.
Walaupun demikian, tuntutan pekerjaan dan aktivitas terkadang memaksa Anda untuk terus berinteraksi dengan sinar matahari. Banyak orang tidak sadar pada saat mengemudi dan berjalan, kulit bagian leher, dada, hingga punggung tangan menjadi bagian-bagian yang terpapar langsung sinar matahari tanpa perlindungan berarti.
Oleh karena itu, Anda perlu memberikan perhatian lebih pada paparan sinar matahari tidak hanya pada wajah tapi juga seluruh tubuh. Mengenakan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari (ultraviolet/UV) adalah bagian dari mempertahankan kecantikan dan kesehatan kulit dari luar. Namun, sebagai perlindungan lainnya, Anda juga memerlukan perawatan yang datangnya dari dalam.
Hal ini bisa melalui minuman dan makanan yang mengandung antioksidan tinggi, agar hasil yang didapat bisa lebih optimal. Saat ini, telah tersedia minuman segar alami dan fungsional pertama di Indonesia, Kinohimitsu J’pan U-B Drink yang secara cepat memberikan perlindungan terhadap sinar UV hingga 9 jam.
Produk ini diperkaya dengan Grape Seed Extract (OPC), bahan yang sangat baik untuk anti-aging dan mencerahkan. Juga Grape Polyphenol dan Apple Polyphenol yang kaya akan bahan antioksidan dan mencerahkan 20 kali lebih kuat daripada Vitamin C dan Vitamin E. Selain itu juga terdapat Vitamin C sebagai bahan antioksidan dan pencerah kulit.
Red grape, blueberry, black currant dan apple condensed juice yang sangat efektif memberikan perlindungan terhadap sinar UV dan mencerahkan kulit. Minuman dari Jepang ini secara efektif mengembalikan kondisi kulit, memperbaiki kerusakan sel, menangkal radikal bebas. Tak hanya kulit wajah namun juga keseluruhan kulit tubuh termasuk ketiak, siku, perut, lutut, paha bagian dalam dan lipat paha.
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal tersebut, disarankan mengkonsumsi jus tersebut pertama kali selama 6 hari secara rutin setiap pagi atau sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Kemudian, alangkah baiknya bila dilanjutkan sampai 21 hari untuk mendapatkan kulit bersih, segar dan cerah.
Karena kandungan alaminya, minuman ini aman untuk dikonsumsi setiap hari. Jadi, agar kulit tetap terjaga dan sehat luar dalam, saatnya untuk mereguk kesegaran sekaligus manfaat dari minuman fungsional Kinohimitsu J’pan U-B Drink. [esthi/info]
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/451166/36/
KARSINOMA NASOFARING, Tersembunyi, Sulit Dikenali
KANKER paru, payudara, hati, atau kulit mungkin familier didengar. Namun, ada jenis kanker dengan keganasan yang tidak jauh berbeda yang belum umum diketahui secara luas, kanker nasofaring atau kanker di rongga belakang hidung.
Padahal, jenis kanker yang satu ini menempati peringkat lima besar dalam daftar jenis kanker mematikan. Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas yang tumbuh dalam rongga nasofaring atau rongga di belakang hidung. Tumor ini berasal dari sel yang menyelimuti permukaan dinding nasofaring. Biasanya, tumor tumbuh pada dinding samping nasofaring, di tempat yang tersembunyi sehingga tidak mudah dilihat dengan pemeriksaan THT rutin. Pada awalnya, gejala tumor ini tidak ada yang khas, artinya mirip dengan gejala gangguan THT lainnya.
Karena itu pasien maupun dokter dapat luput mencurigai tumor tersebut. Gejala tumor ini dapat berupa rasa hidung tersumbat, mimisan, kurang dapat mencium bebauan, kuping berdenging atau kurang mendengar, sakit kepala, penglihatan ganda, ada tonjolan di leher. Masalah lain, tumor ini juga banyak menyerang anak. Meski masih didominasi pasien dewasa, KNF ternyata banyak diderita anak. “Sebagian besar menyerang orang dewasa, 20%35% diderita anakanak,” kata Associate Professor Departements Radition Oncology and Pediatrics, Methodist Hospital and Texas Children’s Hospital Arnold C Paulino MD dalam emedicine.com
Terbatasnya pengetahuan terhadap jenis keganasan yang satu ini membuat penderitanya baru mengetahui setelah masuk stadium lanjut. Akibatnya, pengobatan yang ada sulit untuk mengatasi. Ahli Patologi Anatomik FKUI Prof dr Antonius Nikolas Kurniawan SpPA(K) mengatakan, kesembuhan penyakit kanker, termasuk nasofaring tergantung dari stadium saat penyakitnya. Kalau sudah stadium 3 dan 4, kesembuhannya memang masih sulit mengingat tumornya sudah besar, sering kali sudah menyebar ke tempat lain. “Angka di RSCM rata-rata 158 per tahun yang baru sakit.
Satu bulan sekitar 1314 orang. Mayoritas ternyata sudah datang pada stadium lanjut,” kata Antonius saat ditemui usai dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap FKUI di Jakarta, akhir pekan lalu. Akibatnya, pengobatan yang sekarang diberikan tidak dapat mengejar semua sel-sel tumor itu. Dengan begitu mungkin di tempat tertentu sudah bisa diatasi dengan pengobatan itu, tapi di tempat lain mungkin tidak ter-cover. Dia menambahkan, upaya yang harus mulai dari hulu ke hilir. Dari hulu adalah bagaimana menemukan sedini mungkin. Dengan adanya tes serelogi, kanker nasofaring sebenarnya bisa ditangani secara lebih baik bila dapat dengan cepat dideteksi.
Kalau ada kecurigaan, maka dilakukan pemeriksaan nasofaring. Kepastian diagnosis tumor adalah dengan biopsi nasofaring dan pemeriksaan patologi anatomik. Tindakan ini dapat dilakukan di klinik dokter dengan anestesi lokal. Dapat menimbulkan rasa nyeri dan perdarahan, walaupun tidak berbahaya. Untuk mengatasi itu, sekarang sedang dikembangkan cara baru dengan sikatan nasofaring yang tidak nyeri dan kurang menimbulkan perdarahan. Cara ini sedang diteliti dan diharapkan dapat digunakan untuk memastikan diagnosis tumor ini.
“Dengan sikatan, suatu alat seperti sikat yang tidak melukai, tidak sakit, dan kita merasa nyaman,” kata Antonius. Selain itu, upaya yang sedang dikembangkan dengan melakukan pemeriksaan darah individu yang berisiko terkena tumor ini. Individu yang berisiko adalah yang tinggal di daerah dengan insiden KNF tinggi atau keluarga pasien. “Kalau ada satu yang kena, maka itu dulu yang di-screening. Hingga kini kita masih mencari cara deteksi yang mudah dan murah agar bisa dilakukan pada seluruh masyarakat. Dengan begitu bisa diaplikasi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.(alfian)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/15181/36/
Serat Sahabat Pencernaan
Pola makan dan cara diet yang salah berisiko meningkatkan serangan penyakit berbahaya, terlebih pada Anda yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Salah satu solusinya adalah mengkonsumsi cukup serat setiap hari.
Sehat dan bugar merupakan idaman setiap orang.Dalam kondisi demikian,berarti seseorang terbebas dari penyakit maupun gangguan kesehatan,baik fisik,mental,maupun sosial.Berarti pula,orang yang bersangkutan dapat melakukan aktivitas secara optimal. Sayangnya,tidak semua orang mampu mencapai kondisi prima seperti ini.
Ahli gizi dari Rumah Sakit Siloam Jakarta,dr Fiastuti Witjaksono,M.S.SpGK menyebutkan, apabila menyantap makanan yang tidak baik untuk tubuh,maka dengan sendirinya akan menemui masalah-masalah yang akan berhubungan dengan pencernaan. Fiastuti mengatakan kebanyakan orang menganggap sepele masalah gangguan pencernaan. Gejala-gejala seperti konstipasi,sembelit, dan susah buang air besar seringkali dianggap mengganggu,namun tidak serius ditanggapi para penderita.
“Banyak yang tidak tahu,bahwa gejala-gejala tersebut akan menimbulkan dan memicu masalah yang lebih serius,misalnya kanker usus besar bahkan kanker saluran pencernaan, “tutur Fiastuti. “Pola makan yang buruk,mempunyai banyak dampak yang tidak baik,pola makan yang buruk bisa menyebabkan overweight (kegemukan) atau obesitas (kelebihan berat badan sebanyak 20 % dari yang semestinya,”tutur dosen ilmu gizi Fakultas Departemen Gizi Masyarakat Sumberdaya Keluarga,Institut Pertanian Bogor,Prof. Dr.Ir.Ali Khomsan,Ms.
Konsumsi serat merupakan salah satu cara untuk menyehatkan pencernaan.Serat bukan merupakan energi.Walaupun demikian serat mempengaruhi pencernaan komponen lain dalam makanan.Hal ini dapat terjadi ,karena diet tinggi serat dalam makanan dapat meningkatkan pengelauaran lemak dan nitrogen dari dalam tubuh.Serat dimetabolisme oleh bakteri usus.
Bahan ini diduga berpengaruh terhadap volume tinja,waktu singgah tinja produksi gas yang keluar dari proses usus,metabolisme bakteri,pengeluaran garam empedu dan asam lemak tertentu.Didalam usus, terdapat bakteri yang dapat memecah serat menjadi asam lemak rantai pendek,air dan karbondioksida. Pada binatang memamah biak,asam lemak ini diserap sebagai sumber energi.
Manusia mengeluarkan asam lemak dari dalam tubuhnya dalam konsentrasi tinggi melalui kototran (feses),tetapi seberapa banyak asam lemak yang diserap belum diketahui.Didalam serat terdapat zat yang disebut lignin. Zat ini merupakan bagian yang paling sukar dicerna.Sifat zat ini adalah menghambat pencernaan komponen serat lain.Serat berfungsi untuk melunakkan feses dan meingkatkan volume feses.
Berarti serat mempermudah buang air besar,serta meningkatkan produksi gas usus. Pengeluaran feses seseorang dengan diet (makan) serat tinggi adalah sekitar 80-160 gram perhari.Sedangkan pada vegetarian,kotoran yang dikeluarkan bisa mencapai 225 gram perhari.Seseorang yang semula hanya sedikit makan serat,akan mengalami peningkatan berat feses jika dia diberi diet serat dalam jumlah tinggi.
Serat juga mempengaruhi waktu singgah makanan yang masuk kedalam pencernaan. Waktu singgah yang pendek tersebut terjadi akibat banyaknya air yang tertahan dalam rongga usus oleh bahan-bahan yang yang sulit dicerna.Sudah terbukti bahwa serat bisa mencegah terjadinya gangguan tubuh dan penyakit. Beberapa penyakit yang dapat dicegah diantaranya sembelit.
Serat bisa mempengaruhi kebiasaan buang air besar seseorang.Selulosa dan hemiselulosa yang terdapat di dalam serat bersifat pencahar atau memperlancar buang air besar.Hal ini dapat terjadi akibat pemecahan asam lemak rantai pendek.Serat gandum dalam bentuk dedak ternyata lebih efektif dibanding sayur-sayuran dan buah-buahan untuk mengatasi sembelit. Juga dapat mengatasi benjolan pada usus besar.
Diet rendah serat menyebabkan jumlah feses sedikit dan lebih keras,untuk mengeluarkan kotoran jenis ini membutuhkan kontraksi otot dinding usus besar.Tekanan yang besar pada rongga usus ini memudahkan terjadinya benjolan. Serat dapat juga mencegah kanker usus besar. Hasil pemecahan asam empedu oleh bakteri usus telah terbukti dapat menimbulkan kanker. Pengaruh serat dalam metabolisme empedu, diduga dapat berperan dalam pencegahan kanker usus besar tersebut.
Atau bisa mencegah pengerasan pembuluh nadi dan penyakit jantung koroner. Cara kerja serat ini dalam mencegah penyakit ini berdasarkan kemampuannya menurunkan kadar kolesterol darah.Mekanisme terjadinya efek ini belum diketahui.Diduga pengaruh serat pada metabolisme asam empedu berperan dalam penurunan kolestrol darah. Mengkonsumsi serat juga mengurangi risiko kegemukan dan diabetes.
Kedua penyakit ini disebabkan oleh tingginya konsumsi karbohidrat dalam bentuk gula,dan kurangnya serat dalam makanan sehari-hari. Peran diet tinggi serat dalam obesitas adalah mengurangi pemasukan makanan.Hal ini dapat terjadi karena diet tinggi serat memberikan perasaan kenyang pada orang tersebut.Sebab, makan makanan dengan serat tinggi lebih lama baik dalam mulut maupun dalam lambung.
Serat juga bisa mencegah wasir.Kalau dalam makanan yang dikonsumsi seseorang berkurang jumlah seratnya,maka feses yang yang terbentuk keras.Akibatnya untuk mengeluarkan feses yang keras tadi dibutuhkan tenaga.Karena adanya penekanan di daerah anus atau mengejan bisa mengakibatkan melebarnya pembuluh balik disekitar anus.Pelebaran pembuluh balik ini juga disertai benjolan-benjolan yang disebut dengan wasir.
rendra hanggara
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/451165/36/
Masalah Gizi Masih Menghantui Anak
Problema gizi pada anak-anak Indonesia masih mengkhawatirkan. Bila tidak segera diatasi, dalam jangka panjang akan mengakibatkan hilangnya potensi generasi muda yang cerdas dan berkualitas.
Anggapan bahwa “anak gemuk adalah anak yang sehat” merupakan stereotip yang telah dibangun sejak lama oleh orang tua zaman dulu.Sayangnya, hal itu masih diyakini oleh banyak masyarakat modern saat ini. Hal tersebut menyebabkan orang tua sekarang lebih mengutamakan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh anaknya, dibandingkan kualitas gizi yang terkandung di dalamnya.
Menjamurnya tempat-tempat makanan yang menyajikan makanan dan minuman instan padat kalori yang mengandung penyedap rasa,pewarna, dan gula yang berlebihan menyebabkan anak-anak lebih menyukai jenis makanan ini dibandingkan makanan bergizi. Akibatnya, anak menjadi kelebihan berat badan atau obesitas. Masalah obesitas ini umumnya dialami anak di daerah perkotaan dengan status ekonomi menengah ke atas.
Berbeda dengan masalah kelebihan gizi,spesialis gizi klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Samuel Oetoro MS SpGK menyebutkan, ada tiga faktor yang menyebabkan kurang gizi pada anak. Ketiga faktor tersebut, yaitu ketidaktahuan, ketidakmampuan, dan ketidakmauan dari orang tua yang biasanya dialami oleh masyarakat golongan menengah ke bawah.
Ketidaktahuan terjadi akibat minimnya pengetahuan orang tua dan kurangnya akses informasi yang memadai mengenai panduan makanan bergizi. Sementara ketidakmampuan terjadi karena faktor ekonomi keluarga yang pas-pasan sehingga tidak mampu membeli makanan bergizi. Adapun ketidakmauan terjadi akibat kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya memberikan asupan makanan bergizi pada anak.
“Pada kasus ini, orang tua sebetulnya memiliki uang untuk membeli makanan bergizi, namun tidak dilakukan dan lebih memilih membeli barang rumah tangga lainnya atau membebaskan anak membeli makanan yang mereka sukai,” ujar dia saat berkunjung ke salah satu lokasi survei Southeast Asia Nutrition Survey (SEANUTS) kerja sama Royal Friesland ampina dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) di Tanjung Duren, Jakarta,beberapa waktu lalu.
Kekurangan gizi pada anak, kata Samuel,dapat menyebabkan pertumbuhan fisik dan otak anak yang tidak optimal, anak menjadi kurus dan sangat pendek (stunting). Bila hal ini tidak segera diatasi, dalam jangka panjang akan mengakibatkan hilangnya potensi generasi muda yang cerdas dan berkualitas (lost generation) sehingga anak menjadi tidak produktif dan tidak mampu bersaing di masa depan.
“Sementara,kelebihan gizi juga tidak baik bagi anak karena memicu munculnya berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus, hipertensi, hiperkolesterol, dan penyakit jantung,” ujar dia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, jumlah penderita berat badan kurang di kalangan anak balita mencapai 17,9% yang terdiri atas 4,9% gizi buruk dan 13% gizi kurang.
Sementara itu, prevalensi kegemukan pada anak balita secara nasional berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan mencapai 14%. Dari data tersebut terlihat bahwa di saat masalah gizi buruk dan gizi kurang belum terselesaikan, prevalensi gizi lebih justru ikut meningkat bahkan hampir menyamai jumlah anak gizi kurang dan gizi buruk.
“Fenomena ini yang dinamakan beban ganda masalah gizi,” kata Samuel. Dalam mengatasi masalah beban ganda, Samuel mengemukakan,dibutuhkan keterlibatan dari seluruh pihak, baik orang tua, pemerintah, maupun lembagalembaga swasta dan kesehatan publik. Dari sisi orang tua, dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya pemberian makanan bergizi yang seimbang sejak bayi dan komposisi makanan seperti apa yang dibutuhkan oleh anak mereka.
“Perhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh anak dan jangan hanya berpatok pada jumlah makanan yang dimakan. Selain itu, kuantitas makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan anak, hindari makanan dengan kandungan minyak,gula, dan garam yang terlalu tinggi, serta usahakan untuk memasak makanan sendiri di rumah karena kualitas makanan lebih terjamin dan dapat dikontrol,” ungkap dia.
Sementara itu, studi gizi SEANUTS yang dilakukan oleh Royal Friesland ampina induk perusahaan Frisian Flag Indonesia mencakup empat negara di wilayah Asia Tenggara, antara lain Indonesia bersama dengan PERSAGI (7.200 anak),Malaysia dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (3.300 anak),Thailand bersama Mahidol University (3.100 anak),dan Vietnam bersama National Institute of Nutrition (2.880 anak).
rendra hanggara
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/450047/36/
Alergi Bisa Hambat Tumbuh Kembang Anak
BANGKAPOS.COM — Meski jarang menimbulkan kegawatan tapi penyakit alergi yang diderita anak bisa menghambat tumbuh kembangnya. Tindakan pencegahan alergi bisa dilakukan dengan menghindari alergen, melakukan gaya hidup sehat, dan memakai obat-obatan. Apalagi yang perlu diketahui orangtua tentang alergi anak?
Berikut ini adalah 5 hal penting yang harus orang tua ketahui terkait masalah alergi pada anak:
1. Bagaimana saya tahu jika anak saya memiliki reaksi alergi terhadap makanan tertentu?
Alergi terhadap makanan pada anak-anak terjadi terutama pada jenis makanan susu, gandum, telur dan kacang. Seringkali reaksi alergi yang muncul berupa gatal-gatal, bengkak pada bibir, lidah dan wajah bengkak setelah anak makan makanan tersebut.
Kadang-kadang reaksi makanan juga bisa ditandai dengan eksim atau sakit asma ringan. Melakukan evaluasi terhadap makanan tertentu yang dicurigai sebagai pemicu alergi dapat memberikan jawabannya sehingga di kemudian hari bisa dihindari.
2. Apakah alergi herediter?
Alergi termasuk dalam jenis penyakit yang diturunkan. Jika salah satu orangtua alergi, kemungkinan anak memiliki alergi sekitar 40 persen. Jika kedua orang tua alergi, maka risiko anak mendapatkan alergi meningkat menjadi 75 persen. Namun dalam beberapa kasus, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa alergi bersifat turun-temurun.
3. Pada umur berapa anak saya harus tes alergi?
Jika alergi terhadap makanan seperti susu, telur atau kacang dicurigai, pengujian dapat dilakukan dengan tes kulit atau darah pada usia berapa pun. Jika asma atau demam terjadi, pengujian kulit juga dapat dengan mudah dilakukan pada usia berapa pun. Kebutuhan untuk pengujian tergantung pada seberapa luas dan keparahan gejala alergi.
4. Apa yang harus saya lakukan jika bayi saya alergi terhadap susu formula dan saya tidak bisa menyusui?
Kebanyakan formula berbasis susu sapi. Ada sejumlah susu formula yang tersedia untuk anak-anak yang alergi atau toleran terhadap produk susu sapi. Ini termasuk susu berbasis kedelai, susu berbasis gandum, susu bebas laktosa, susu formula berbasis protein dan asam amino. Namun sebelum memberikan produk susu tersebut, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
5. Dapatkah saya memberikan anak saya antihistamin?
Ada beberapa antihistamin yang tersedia (tanpa resep dokter) yang dapat diberikan kepada anak-anak. Namun, obat ini tidak boleh diberikan kepada anak usia lebih muda atau dibawah rekomendasi yang tertera pada kemasan obat. Sebaiknya, para orang tua tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan apakah usia anak sudah sesuai dengan rekomendasi resep.
Editor : ismed
Sumber : Kompas.com
5 Manfaat Konsumsi Sayuran Oranye
BANGKAPOS.COM – Banyak ragam dan jenis sayuran yang bisa dengan mudah kita dapatkan di alam ini. Bentuk dan warnanya pun sangat bervariasi. Ada yang merah, hijau, oranye, kuning, dan ungu. Semuanya tentu sangat bermanfaat buat kesehatan.
Selama ini, sayuran berwarna hijau mungkin lebih dikenal dan menjadi pilihan. Namun tidak ada salahnya jika Anda mulai membuat variasi dengan mengonsumsi sayuran berwarna oranye. Para ahli kesehatan di Kanada merekomendasikan untuk mengonsumsi sayuran berwarna oranye setiap harinya. Mengapa?
1. Melawan kanker payudara pada stadium awal
Retinoic acid adalah zat yang berasal dari vitamin A – yang banyak terdapat pada kentang manis dan wortel. Penelitian yang dilakukan oleh Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, menunjukkan asam retinoat mempunyai sifat sebagai pelawan kanker payudara pada tahap awal (stadium dua), tetapi tidak dalam stadium diatasnya.
2. Meningkatkan beta-karoten
Beta Karoten adalah salah satu zat antioksidan yang terdapat pada sayuran-sayuran seperti wortel, kentang, dan labu. Beta-karoten mempunyai peran dalam mengatur sistem kekebalan tubuh dan menjaga pengelihatan tetap baik. Betakaroten adalah nutrisi yang larut dalam lemak dan sebuah studi menunjukkan bahwa menggoreng sayuran tertentu dengan sedikit minyak dapat meningkatan kandungan beta karoten sebesar 63 persen untuk wortel dan 53 persen pada labu.
3. Melindungi jantung
Studi menunjukkan bahwa tingkat alpha dan beta karoten, juga antioksidan yang lebih tinggi dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.
4. Melindungi mata
Labu dan wortel kaya akan lutein dan zeaxanthin, dua pigmen tumbuhan yang membantu mencegah katarak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Ophthalmology yang melibatkan lebih dari 35.000 wanita menunjukkan bahwa mereka yang mendapat jumlah pigmen tertinggi dalam diet (6.716 mikrogram per hari) memiliki risiko 18 persen lebih rendah mengidap katarak.
5. Tingkatkan sistem kekebalan tubuh
Kandungan vitamin B6 yang terdapat pada wortel dan labu memiliki peran dalam pertumbuhan sel darah dan metabolisme protein. Bukan hanya itu, vitamin ini juga membantu sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan penyakit.
Editor : dedypurwadi
Sumber : Kompas.com
3 Cara Optimalkan Kebugaran Seksual
BANJARMASINPOST.CO.ID – Tingkat kemampuan seksual setiap individu umumnya berbeda-beda. Banyak hal yang dapat mempengaruhi salah satunya adalah faktor lifestyle atau gaya hidup yang kurang baik.
Gaya hidup yang buruk akan membuat kinerja seksual menjadi menurun. Tetapi sebaliknya, memelihara kesehatan fisik dan mental melalui olahraga teratur, pola diet seimbang dan menjalani hidup tanpa stres justru dapat membantu mengatasi dan memperbaiki problem seksual.
Praktisi kesehatan yang juga corporate health trainer dr. Phaidon Lumban Toruan, mengatakan, dilihat dari sisi fisiologis, tingkat kebugaran seksual individu khususnya para pria sangat dipengaruhi 3 (tiga) hal. Ketiga faktor ini, yakni kualitas pembuluh darah, kadar hormon seksual dan kekuatan otot, memegang peran penting dalam menentukan performa Kaum Adam di atas tempat tidur.
1. Pembuluh darah bersih
Pembuluh darah yang bersih erat hubungannya dengan mampu tidaknya seseorang ereksi. Phaidon mengatakan, seorang pria bisa ereksi apabila sirkulasi arteri atau pembuluh darahnya bagus.
“Kalau pembuluh darah enggak bersih dan sirkulasi tidak benar, maka dia tidak bisa ereksi,” ujar Phaidon dalam workshop bertema Anti Aging Lifestyle, Minggu (27/11/2011) di Jakarta.
Cara untuk memelihara kesehatan pembuluh darah adalah menjaga gaya hidup sehat. Untuk memelihara kebugaran seksualnya, pria harus rutin berolahraga, memenuhi asupan serat (buah dan sayur), menghindari obesitas atau kegemukan, menjauhi makanan berlemak dan stop merokok.
2. Hormon testosteron optimal
Banyak pria tidak menyadari bahwa kadar hormon testosteron dalam tubuhnya harus di jaga secara sadar. Salah satu cara efektif, kata Phaidon, adalah dengan rutin mengonsumsi makanan tinggi kandungan lemak sehat.
Jika ingin memilih lemak, pilihan terbaik adalah sumber lemak yang tidak jenuh, baik lemak tidak jenuh tunggal maupun ganda. “Makan lemak sehat adalah salah satu cara membuat testosteron menjadi optimal,” tegas Phaidon.
Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah dengan mengurangi asupan lemak jahat. Pasalnya, lemak ini dapat memengaruhi pembentukan hormon estrogen yang telalu banyak. Kalau hormon estrogen terlalu tinggi, kata Phaidon, maka fungsi testosteron akan berkurang. Sehingga, dapat memengaruhi rendahnya tingkat libido atau gairah seksual pada seorang pria.
Secara prinsip, menurut Phaidon, ada dua cara untuk mengatasi rendahnya kadar hormon seksual pada pria. “Pertama, menstimulasi dengan latihan beban. Kedua, pemberian nutrisi alami yang dapat meningkatkan testosteron,” terangnya.
3. Otot kuat
Aktivitas seksual, lanjut Phaidon, tidak ada bedanya dengan olahraga. Diperlukan otot dan nafas yang kuat agar berhubungan seksual bersama pasangan berjalan optimal. Kondisi fisik yang lemah hanya akan membuat aktivitas seksual menjadi terhambat dan menjadi tidak maksimal.
red: Didik Trio Marsidi
Sumber: kcm/www.banjarmasinpost.co.id
Wah… Pria Indonesia Ternyata Paling Sering Bercinta
BANGKAPOS.COM – Pria Indonesia berada dalam urutan teratas hasil sebuah survei yang meneliti intensitas hubungan seksual. Ideal Sex in Asia Survey, menyebut pria Indonesia rata-rata bercinta 9,8 kali dalam sebulan.
Berada di urutan kedua adalah pria Filipina yang berhubungan seks 9,4 kali dalam sebulan, diikuti pria India 8,8 kali sebulan. Selanjutnya adalah Thailand 7,7 dalam sebulan.
Sementara itu untuk kaum wanita, ternyata yang menduduki urutan tertinggi dalam hal frekuensi bercinta adalah wanita dari India yang rata-rata bercinta 8,7 kali dalam sebulan. Di urutan kedua Indonesia dan Malaysia yang sama-sama bercinta sekitar 6,8 kali dalam sebulan. Sedangkan wanita Thailand hanya bercinta 5,7 kali dalam sebulan.
Survei yang dilakukan oleh perusahaan farmasi Pfizer itu melibatkan 1.658 pria dan 1.624 wanita di 10 negara Asia. Usia responden 31-74 tahun dan melakukan penetrasi seksual dalam 12 bulan terakhir.
Menurut Dr.George Lee, konsultan urologi dari Monash University Kuala Lumpur, Malaysia, ereksi yang keras masih memegang peran penting dalam kepuasan seksual orang Asia. “Hampir 90 persen orang Malaysia menganggap ini adalah faktor penting,” katanya.
Hanya sepertiga responden yang mengatakan durasi hubungan seksual sebagai faktor utama dalam kepuasan. Negara-negara yang berpartisipasi dalam survei ini antara lain Cina, Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapuran, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.
Editor : asmadi
Sumber : Tribunnews
Tak Semua Ibu Hamil Boleh Pilih Home Birth
BANGKAPOS.COM – Kemajuan di bidang ilmu kedokteran saat ini memungkinkan kaum perempuan untuk melahirkan dengan cara apa saja. Dari persalinan normal, caesar, water birth, hingga home birth, alias melahirkan sendiri di rumah. Namun persalinan jenis terakhir ini hanya disarankan untuk perempuan yang akan melakukan persalinan untuk kedua kalinya. Sedangkan perempuan yang baru akan melahirkan untuk pertama kalinya, justru akan menimbulkan risiko.
Para peneliti dari University of Oxford juga mengatakan, perempuan dengan kehamilan berisiko yang rendah juga perlu diberi pilihan untuk melahirkan di rumah. Komplikasi persalinan untuk ibu dengan kehamilan kedua boleh dibilang sangat jarang, dengan peluang hanya 4,3 persalinan untuk setiap 1.000 persalinan. Tidak ada perbedaan signifikan antara perempuan yang melahirkan di rumah dan mereka yang melahirkan di rumah sakit.
Namun, angka ini bisa meningkat menjadi 9,3 persalinan di rumah (yang mengalami komplikasi) dibandingkan dengan 5,3 persalinan di rumah sakit, untuk ibu yang baru pertama kalinya melahirkan.
“Hal ini mungkin ada hubungannya dengan tipe perempuan yang memilih home birth, pengalaman bidannya, atau masalah saat mentransfer ibu ke rumah sakit, atau hal yang lain sama sekali,” jelas pemimpin studi ini, Profesor Peter Brocklehurst.
Ibu hamil yang berminat untuk menjalani prosedur persalinan di rumah, disarankan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter maupun bidan. Perempuan harus memahami bahwa komplikasi persalinan bisa terjadi dimana saja, sehingga yang harus diutamakan adalah kenyamanan masing-masing ibu saat melahirkan.
“Jika seorang perempuan merasa nyaman dan aman di lingkungannya, ia cenderung akan merasa lebih dapat mengontrol dirinya selama persalinan,” demikian menurut Mary Newburn, juru bicara National Childbirth Trust.
Editor : suhendri
Sumber : Kompas.com